Beranda / Berita / Pendidikan
Pendidikan

Memutus Rantai Putus Sekolah: Ikhtiar Indonesian Care dalam Transformasi Karakter Anak Bangsa

Veranica Febriane
Veranica Febriane 26 Jun 2026
Memutus Rantai Putus Sekolah: Ikhtiar Indonesian Care dalam Transformasi Karakter Anak Bangsa
Foto: Dokumentasi IC

Sejak didirikan pada tahun 2011 dengan nama resmi Yayasan Indonesia Cahaya Rahmat Empati, Indonesian Care (IC) telah berkomitmen untuk menjadi katalisator bagi transformasi masyarakat pra-sejahtera di perkotaan. Di tengah pesatnya perpindahan penduduk dari desa ke kota yang kini mencapai 60%, tantangan pendidikan bagi anak-anak di lingkungan rumah susun menjadi sangat krusial. Salah satu masalah mendasar yang dihadapi adalah kuatnya konsep "putus sekolah adalah hal wajar" di kalangan remaja. Untuk memutus stigma tersebut, Indonesian Care menyelenggarakan program bimbingan belajar rutin setiap hari Sabtu bagi anak-anak usia 7 hingga 12 tahun guna mengembalikan hak mereka untuk belajar, bermain, dan berkembang.

Kegiatan yang diikuti oleh 60 hingga 100 anak ini awalnya berkembang di daerah Pekojan sebelum kini difokuskan di wilayah Rawa Bebek. Program ini tidak hanya berfokus pada pengajaran mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris, tetapi juga memberikan penekanan khusus pada pengembangan karakter. Keunikan program ini terletak pada sistem apresiasi, di mana anak-anak yang menunjukkan performa belajar baik diberikan reward berupa kupon yang dapat ditukarkan dengan barang kebutuhan. Melalui pendekatan ini, para sukarelawan dari berbagai latar belakang profesional berusaha menanamkan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan keluar utama dari jerat kemiskinan urban.

Hal baru yang saya alami selama mengamati program ini adalah betapa kuatnya pengaruh lingkungan terhadap aspirasi pendidikan seorang anak. Jika di lingkungan mereka putus sekolah dianggap lumrah, maka bimbingan belajar ini hadir sebagai "oase" yang menawarkan standar moral dan prestasi yang berbeda. Pengalaman melihat anak-anak antusias mengejar prestasi demi kupon reward menyadarkan saya bahwa motivasi eksternal yang dikelola dengan baik dapat menjadi pintu masuk bagi pembentukan motivasi internal yang lebih kuat. Ini adalah langkah awal yang sangat penting dalam proses transformasi menyeluruh yang dicita-citakan oleh Indonesian Care.

Pembelajaran berharga yang didapat adalah bahwa pendidikan di daerah marjinal memerlukan pendekatan yang melampaui kurikulum formal. Testimoni orang tua tentang perubahan karakter anak menjadi lebih santun dan disiplin membuktikan bahwa misi "mentransformasi kemiskinan melalui berbagai cara" telah menyentuh aspek yang paling mendasar, yakni perilaku. Namun, tantangan logistik seperti perpindahan lokasi ke Rawa Bebek yang cukup jauh memberikan pelajaran penting mengenai aksesibilitas. Keterbatasan kendaraan bagi orang tua adalah hambatan nyata yang menunjukkan bahwa dukungan pendidikan harus selalu dibarengi dengan solusi praktis atas kendala geografis masyarakat urban.

Secara reflektif, keterlibatan para sukarelawan dalam program ini adalah pengejawantahan dari nilai-nilai kolaborasi yang diusung yayasan sejak satu dekade lalu. Menjadi pengajar bagi anak-anak rusun bukan sekadar memberikan materi pelajaran, melainkan menghadirkan "damai" dan teladan di tengah kerasnya persaingan hidup kota. Penulis merasa bahwa tantangan yang dihadapi para orang tua, seperti benturan waktu belajar dengan waktu ibadah atau keterbatasan mata pelajaran, adalah ruang untuk terus bertumbuh bagi lembaga. Dinamika ini menunjukkan bahwa melayani masyarakat urban membutuhkan fleksibilitas dan keterbukaan untuk terus mendengarkan aspirasi warga.

Refleksi lebih dalam membawa kita pada pemahaman bahwa setiap Sabtu yang dihabiskan bersama anak-anak ini adalah upaya investasi masa depan bangsa. Di abad ke-21 ini, anak-anak perkotaan tidak hanya butuh kepintaran, tetapi juga ketahanan mental dan karakter yang kuat untuk bertahan hidup secara jujur. Indonesian Care melalui program bimbingan belajar ini sebenarnya sedang membangun benteng pertahanan bagi anak-anak agar tidak tergilas oleh arus urbanisasi yang sering kali kejam. Kehadiran para relawan profesional memberikan mereka cakrawala baru bahwa ada dunia yang lebih luas yang bisa mereka raih melalui pendidikan.

Sebagai solusi, Indonesian Care perlu memperkuat mobilisasi kaum profesional untuk mendiversifikasi mata pelajaran, sesuai dengan permintaan para orang tua. Peninjauan kembali terhadap kurikulum Bahasa Inggris agar lebih dinamis dan tidak berulang akan sangat membantu menjaga minat belajar anak. Terkait kendala jarak di Rawa Bebek, penyediaan sarana transportasi kolektif atau pengaktifan kembali titik belajar yang lebih dekat dengan pemukiman warga dapat menjadi langkah strategis. Selain itu, koordinasi jadwal yang lebih sinkron dengan aktivitas keagamaan warga akan semakin mempererat hubungan antara lembaga dan komunitas lokal.

Kesimpulannya, program bimbingan belajar Indonesian Care adalah manifestasi dari visi besar Yayasan Indonesia Cahaya Rahmat Empati untuk menghadirkan transformasi menyeluruh bagi masyarakat urban. Meskipun menghadapi tantangan logistik dan teknis, konsistensi selama bertahun-tahun telah membuahkan hasil berupa perubahan karakter anak-anak yang lebih baik. Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia, dan melalui kolaborasi berbagai pihak, kita dapat memastikan bahwa tidak ada lagi anak Indonesia di perkotaan yang merasa putus sekolah adalah sebuah kewajaran. Mari kita terus berkolaborasi untuk masa depan yang lebih cerah.



Kategori:

Baca Selanjutnya